
Gantolle sebagai cabang olah raga dirgantara di Indonesia, boleh dinyatakan telah berkiprah selama 50 tahun. Hal ini terlihat dari berkumpulnya para pelopor gantolle yang digagas oleh Imron Zubaidi, di landasan gantolle dan paralayang di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Sesungguhnya, ini adalah temu kangen anggota klub terbang “Gantolle”, yang kemudian nama itu menjadi istilah dari cabang olah raga layang gantung, untuk membedakan dengan olah raga layang gantung lainnya, yaitu paralayang yang muncul beberapa tahun kemudian.
Kerinduan terlihat jelas di antara para pilot-pilot senior yang dulu pernah mengenyam pendidikan dasar terbang gantolle di kawasan Puncak, pada tahun 1976 lalu. Berbagi cerita dan pengalaman disampaikan oleh beberapa “alumni” yang menyempatkan hadir, seperti dari Gantolle Padang, Manado, Makassar, Yogyakarta, Solo, Semarang, Jakarta dan tentu saja tuan rumah, Gantolle Bandung.

Pemilihan Puncak sebagai tempat acara memang untuk mengenang kembali “kawah Candradimuka” para pilot gantolle di era awal olah raga ini pada akhir dekade 1970. Meskipun, penerbangan pertama yang berhasil dilakukan oleh Ervan Ibrahim bertempat di Lagadar, Cimahi. Tetapi area Puncak yang kemudian ditetapkan menjadi tempat pendidikan dan latihan terbang.
Acara ini dimeriahkan pula dengan demo terbang gantolle dan paralayang, serta penerbangan nostalgia yang dilakukan oleh Rosyid Ridho (69 thn), dari Gantolle Yogyakarta.

_______________


